Kamis, 07 Januari 2016

Wanita ini mengira ia menikah dengan pria yang salah ternyata apa yang terjadi..?


Awalnya mereka berpacaran satu sekolah dan terus berlanjut sampai akhirnya menikah. Sang pria berwatak keras berbadan tegap dan disegani teman-temannya, sedangkan si wanita bertubuh langsing tetapi manis lembut ke ibuan dan menjadi incaran pria-pria teman satu sekolah. Tetapi entah kenapa dua watak yang berbeda bisa mempersatukan mereka dari sepasang
kekasih bisa menjadi sepasang suami istri. Sudah jodoh dari tuhan kali ya..

Pada awal pernikahan si wanita ini mulai tidak betah dengan sikap kasar dari suaminya. Pertengkaran-pertengkaran kecil berawal dari debat mulut sering terjadi karena hal sepele, semakin lama semakin parah. Karena masih muda dan mempertahankan ego masing-masing. Kata-kata ingin cerai sering keluar dari mulut wanita, sedangkan si pria tidak sekalipun pernah mengatakan ingin cerai atau hubungan ini berakhir. Yang tidak disadari si wanita adalah pria ini kasar karena memang watak yang sudah terpatri akibat dari keluarganya yang berantakan. Keadaan semakin ruwet ketika ibu dari si wanita masuk dalam pertengkaran ini. Teriakan dan airmata sudah sering keluar. Puncaknya kata cerai dari wanita sudah tidak bisa di ganggu gugat. Untunglah ada seseorang yang dengan tulus membantu berhasil mendamaikan mereka berdua. Mengingatkan mereka untuk menahan diri sejenak jangan terbawa emosi sesaat. Akhirnya berhasil di damaikan.

Pelan tapi pasti si wanita akhirnya mulai terbiasa dengan watak keras pria tersebut sampai akhirnya mereka memiliki dua orang anak. Dan pelan-pelan juga wanita ini mulai menyadari siapa sosok pria yang menjadi suaminya. Dibalik sikap keras dan cenderung tegas dari pria ini ternyata tersimpan hati mulia seorang laki-laki/suami. Dia  sangat menyayangi istri walaupun cara menunjukkan sikap sayangnya jauh dari kata romantis lewat kata-kata. Sebenarnya pria itu humoris dan konyol tapi kalo sudah urusan adu mulut tidak ada kata mengalah.

Ketika dia sakit suaminya mau melayani, menjaga dan mendapinginya. Dia sungguh-sungguh mencari obat dan mengantarkan kedokter agar si istri cepat sembuh. Pria ini pandai memasak, setiap hari yang memasak adalah spria ini. Kalau si wanita bisa dihitung dengan jari. Bahkan dia banyak belajar dari suaminya itu. Kalaupun wanita ini memasak anak-anaknya malah complain tidak suka masakan ibunya. Pria yang menjadi suaminya ini tidak segan-segan memandikan anaknya. Mengantarkan sekolah sudah biasa. Apapun yang bisa dia kerjakan untuk merawat dan menjaga keluarganya dia lakukan dengan tulus.

Wanita ini baru menyadari bahwa pria yang dia pikir salah untuk dipilih, tidak romantis dan keras kepala ternyata adalah pria yang bertanggung jawab dan pekerja keras yang pintar mencari uang.  Suaminya rajin menabung karena ia berpikir jauh kedepan untuk memiliki rumah. Mobil kelas menegah pernah dia beli, tetapi karena merasa kurang bermanfaat untuk saat ini akhirnya dijual untuk tambah-tambah membeli rumah bagi masa depan keluarganya. Pria ini jago mengelola keuangan keluarga tidak seperti si wanita yang ingin apapun harus di beli tanpa perhitungan matang. Suaminyalah yang menentang dan melarang jika dirasa barang dia beli tidak terlalu bermanfaat.

Kini mereka berdua jadi partner kerja, bekerja sama mengelola usaha kuliner masakan Nasi Lalapan di pusat kota. Setelah pria itu berhenti dari perusahaan swasta. Usaha kuliner mereka semakin lama semakin berkembang pesat pelanggan mereka semakin banyak. Cita rasa dan menu lalapan yang unik yang menjadi daya tarik sehingga ramainya pembeli. Banyak pelanggannya yang antri menunggu giliran untuk di layani.

Setelah melalui semua ini wanita ini teringat masa-masa kelam rumah tangga mereka, betapa labilnya dirinya pada masa itu. Awal-awl pernikahan yang banyak mengurai air mata juga waktu dan pikiran. Wanita ini ingat pesan orang yang mendamaikan mereka ketika puncak-puncaknya pertengkaran hebat mereka:
" Sabar suamimu memang keras tapi dia adalah tipe laki-laki yang bertanggung jawab. Kamu bisa saja mencari pengganti pria lain yang menurut kamu lebih baik tapi belum tentu yang bertanggung jawab seperti suami kamu ini bisa kamu dapatkan.."...hmmm..


Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :

Tidak ada komentar: